Berbagai Jenis Bahan Pembuat Tali

Jual tali rafia – Tali digunakan untuk berbagai macam kegiatan yang mempermudah manusia. Dalam penggunaan tali disesuaikan dengan jenis kegiatan. Salah satu contohnya ketika Anda menggunakan tali untuk keperluan di kapal maka cocok menggunakan tali dari bahan polyester.

Tali polyester memiliki karakteristik yang tidak mudah menyerap air dan tahan terhadap sinar matahari. Tali dengan jenis bahan nilon biasa digunakan untuk mengangkat barang. Sebab tali nilon memiliki karakteristik yang kuat.

Sedangkan pada pekerjaan di rumah seperti untuk tali jemuran Anda bisa menggunakan tali jenis polyester sebab memiliki kemampuan daya tahan air dan tahan terhadap sinar UV. Memiliki daya tahan kuat bila digunakan di outdoor.

Jenis Tali Berdasarkan Bahan Pembuatannya

Jenis tali dibedakan menjadi tiga, yaitu tali dari bahan tumbuhan dan hewan, tali baja, dan tali dari serat sintesis. Berikut penjelasannya:

Tali dari tumbuhan dan hewan

Jenis bahan tali dari tumbuhan yaitu dari serat-serat alami. Anda bisa mengambil dari serat batang maupun bunga. Tali dari tumbuhan memiliki karakteristik lebih kuat daripada dari serat hewan.

Serat tumbuhan bisa digunakan untuk kerajinan. Beberapa tali dari serat tumbuhan yaitu : tali rami, tali katun, tali linen, tali jerami, tari sabut, tari sisal, tali bambu, tali rotan, dan tali abaka.

Tali dari bahan hewan berasal dari bulu-bulu hewan yang digabung sehingga menjadi sebuah tali. Tali yang berasal dari hewan digunakan untuk hiasan sehingga tidak memiliki karakteristik untuk menarik atau mengangkat. Contohnya adalah tali bulu ayam, tali sutera, tali benang wol dan lainnya.

Tali manila termasuk ke dalam tali dari serat alami. Tali ini memiliki karakteristik terlihat elastis, tidak hanya itu harganya murah dan tidak kasar. Namun tidak tahan terhadap sinar UV dan mudah menyerap air. Bila terkena air maka tali akan menyusut.

Tali rami merupakan tali yang berasal dari serat alami. Biasa digunakan untuk dekorasi sebab tali rami memiliki karakteristik yang lembut dan ringan, namun mudah menyusut dan licin. Tali katun cocok digunakan untuk tali menali pada saat anak-anak berkemah.

Tali dari bahan alami dapat terurai. Tali katun memiliki karakteristik yang lembut dan ringan hanya saja mudah menyerap air dan berjamur.

Tali baja

Jenis bahan tali yang berasal dari baja. Sesuai dengan bahan utamanya sehingga memiliki karakteristik yang kuat. Karena memiliki kekuatan lebih daripada tali yang lain sehingga disebut dengan wire rope yang biasa digunakan untuk hoist crane, jembatan dan lainnya.

Tali serat sintesis

Jenis tali yang berasal dari sintesis yang dibuat oleh tangan manusia. Di mana bahan dasarnya berasal dari minyak bumi. Memiliki kekuatan lebih kuat daripada bahan tali dari tumbuhan atau hewan. Jenis tali yang berasal dari serat sintesis adalah tali nilon, tali polypropylene, tali polyethylen, tali polyester, dan tali kevlar.

Tali Nilon digunakan untuk menarik barang yang memiliki beban yang berat. Tali dengan bahan nilon digunakan pada sistem derek atau katrol. Memiliki kemampuan menjaga permukaan tetap halus.

Tali polypropylene memiliki karakteristik yang tahan terhadap air dan jamur. Tali ini biasa digunakan untuk pembatas di danau atau di kolam renang. Tali ini tersedia dengan berbagai warna namun memiliki bahan yang kasar.

Tali Poly combo merupakan gabungan dari polypropylene dan polyester di untaian dalam. Tali ini memiliki karakteristik yang lembut dan tahan lama, sehingga cocok bila digunakan untuk ayunan. Tali polyester merupakan tali yang digunakan untuk aktivitas di laut dan keperluan umum lainnya. Jenis bahan tali dari polyester memiliki karakteristik yang tahan terhadap sinar UV, bebas peregangan dan tidak mudah busuk.

Ultra High Molecular Polyethylene Rope merupakan tali yang cocok digunakan di outdoor terutama di gunakan pada kapal pesiar. Tali ini memiliki karakteristik ringan, tahan terhadap bahan kimia, sinar UV dan air. Karena memiliki banyak kelebihan sehingga harganya lebih mahal daripada yang lain, namun tali ini mudah terdistorsi saat beban berat dan mudah rusak bila terkena panas yang ekstrem.

Tali aramid merupakan tali yang memiliki daya tahan lama. Memiliki kekuatan lebih daripada baja dan tidak berkarat. Tali aramid disebut dengan tali kevlar memiliki kemampuan stabil atau tidak mudah bergerak sehingga cocok bila digunakan untuk pekerjaan yang ekstrem.

Itulah beberapa jenis bahan tali berdasarkan materialnya. Ada yang terbuat dari tumbuhan dan hewan, tali dari baja, dan tali sintesis. Dapat disimpulkan bila tali yang berasal dari alam (tumbuhan dan hewan) memiliki karakteristik yang ringan dan lembut serta mudah terurai di lingkungan, namun tidak tahan air.

Sedangkan tali dari baja dan sintesis memiliki karakteristik yang kaku, tahan terhadap sinar UV dan tahan air namun tidak mudah terurai. Umumnya pembuatan tali yaitu dengan dua jenis kepangan yaitu kepangan ke kanan atau disebut Z-twist dan kepangan ke kiri atau disebut S-twist.